“Tulus’y ciNTa qhu’ y6 terabaikan”
Dinginnya sikapmu..
Membuatku menjadi penasaran akan siapa kamu
Angkunya sifatmu..
Menguatkan kan aku tuk lebih mengenalmu
Acuhnya dirimu terhadapQ..
Tak menyurutkan semangatku itu’
Meski ku sadari..
Betapa sakit’y hati ini..
Namun..
Kebisuanmu itu telah menyadarkan diriku..
Akan kesalahanku selama ini..
Yang terlalu mengharapkanmu,
Tuk bisa menyambut datang’y cintaku.
April 26, 2008 pada 7:43 am
kayaknya lagi habis habisan jatuh cintanya nih. Hati hati lho, nanti kalau tak terbalas tak ada cinta lagi untuk yang lain.
April 26, 2008 pada 10:48 am
we.. poisinya keren2..
salamkenal ya..
tukeran link yuk.. !!
hhe
April 26, 2008 pada 1:36 pm
mungkin dia lupa dengan cinta yang ada di depannya itu sebuah cinta yang tulus dan apa adanya.
April 27, 2008 pada 2:22 am
bersama mentari cintamu terbit..
menerangi gelapnya hati..
menghangatkan setiap jiwa para pecinta..
tulusnya kau berikan..
tapi mengapa tak mau terima?
padahal hati ini telah memberikan yang kau bisa..
mungkin karena dunia belum mengerti..
dan merasakan tulusnya cintamu..
tumin.wordpress.com :
wah pinter juga yahhhh
aku ajarin dong
atau buatin.
salam kenal aja
April 27, 2008 pada 3:58 am
sabar….sabar…..
kapal sampai tujuan karena menerjang badai…betul tidak…..
………………………….
http://asahannews.wordpress.com
April 27, 2008 pada 6:27 am
nice post,, ^^
tumin.wordpress.com :
salam kenal aja
April 27, 2008 pada 4:31 pm
hm…
salam kenal, tumin..
kok gak ada halaman about-nya sih…….????
April 28, 2008 pada 12:59 am
cinta tulus itu tidak mengahrapkan imbalan loh
April 28, 2008 pada 3:54 am
saya sudah mampir looooh…
April 28, 2008 pada 4:03 am
bagiku..seberapa pun tulusnya, menjadi orang terbaikan tetap menyakitkan..
tumin.wordpress.com :
iya betul banget dehhhhh
kalo kamu gimana
Mei 1, 2008 pada 9:35 am
huayeMm….gak selamanya a man must ngungkepin the first feeling like as falling in love ke cewek, loe pasti bisa kok .
Acuhnya dirimu terhadapQ..
Tak menyurutkan semangatku itu’
Meski ku sadari..
Betapa sakit’y hati ini..
*) bait yang ini spirit kamu masih ada
Namun..
Kebisuanmu itu telah menyadarkan diriku..
Akan kesalahanku selama ini..
Yang terlalu mengharapkanmu,
Tuk bisa menyambut datang’y cintaku.
*) kok yg ini spiritnya dah kendor, HmM…dah pernah coba ngungkepinnya ?
Mei 20, 2008 pada 7:29 pm
“tulus” tu “memberi tak harus menerima” biar orang “ngabaikan” ato bahkan benci skalipun kita to tetap bisa “tulus memberi”, setuju?
Aku ndak jago kalo disuruh buat puisi tapi q ndak mau da yang patah semangat “buat memberi”, ingat semua yang kita alami n itu adlah hasil ikhtiar kita maka itulah yang terbaik buat kita saat ni, n yang pasti tetep bersyukur n keep smile……
OK?
Salam kenal n salam hangat