ISTIQOMAH

Dunia membuat lalai
Nikmat sesaat dicari
Nikmat abadi diabai
Sesal kemudian digapai

Berat rasa cobaan
Sukar rasa ujian
Getir rasa perjuangan
Hanya sementara terasakan

Lapang rasa dada
Ridha rasa jiwa
Manis rasa surga
Dirasakan selamanya

10 Tanggapan ke “ISTIQOMAH”

  1. bisnisehat Berkata

    aku ga tau arti puisi kamu, tapi yang aku ngerti kamu tu cuakep buanget.
    hi slm kenal aku adi

  2. maaf saya hapus salah satu komentar anda krn sama semua

    tumin.wordpress.com :

    engga papa kalo itu yang terbaik kenapa engga
    betul engga

  3. keep istiqomah :)

  4. keep smile…:D

  5. zulfaisalputera Berkata

    Dari tiga puisi terakhirmu di blog ini aku melihat kesukaanmu menulis puisi dengan pola normatif: satu bait empat larik.
    Tetap menarik jika tidak sekadar berandal pada rima, tapi juga diksi. Dan hal itu sudah kutemukan pada puisi-puisimu. Hanya ciri khasmu yang menggunakan kata-kata dominan bersuku 2 dan 3 menjadikan puisimu tak melegakan untuk dibacakan karena hanya mengeluarkan nafas-nafas pendek.

    Sori, aku memberi apresiasi.

    Teruslah menulis dengan cerdas dan independen.

    Tabik!

    tumin.wordpress.com :

    terima kasih deh atas paritisipasinya
    dan udah mau membaca piusinya

  6. and keep beautifull mind…. ;)

    tumin.wordpress.com :

    artinya apaan
    engga tau

  7. hmcahyo Berkata

    wah bagus.. kapan-kapan bisa di copy dan diterjemahkan ke bhs inggris… dan dianalisa boleh ya?

    kunjungi blog saya :)

    http://hmc.web.id (blajar Inggris pake nasyid)

    tumin.wordpress.com :

    engga papa ko aku malah seneng kalo ada orang yang copy
    puisi aku apa lagi kalo orang itu seneng. aku juga bisa ikuta seneng
    salam kenal

  8. min hidup lo penuh dengan puisi, lebih menikmati kehidupan ini dengan keindahan ;) btw
    nama lo tu unik banget,
    tumin ! :mrgreen:

  9. tetap dijalan-Nya,,, Aamin…

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.