ISTIQOMAH
Dunia membuat lalai
Nikmat sesaat dicari
Nikmat abadi diabai
Sesal kemudian digapai
Berat rasa cobaan
Sukar rasa ujian
Getir rasa perjuangan
Hanya sementara terasakan
Lapang rasa dada
Ridha rasa jiwa
Manis rasa surga
Dirasakan selamanya
April 28, 2008 pada 1:20 pm
nice
April 28, 2008 pada 2:46 pm
aku ga tau arti puisi kamu, tapi yang aku ngerti kamu tu cuakep buanget.
hi slm kenal aku adi
April 29, 2008 pada 12:09 pm
maaf saya hapus salah satu komentar anda krn sama semua
tumin.wordpress.com :
engga papa kalo itu yang terbaik kenapa engga
betul engga
April 30, 2008 pada 3:47 am
keep istiqomah
Mei 4, 2008 pada 1:52 am
keep smile…:D
Mei 5, 2008 pada 2:46 pm
Dari tiga puisi terakhirmu di blog ini aku melihat kesukaanmu menulis puisi dengan pola normatif: satu bait empat larik.
Tetap menarik jika tidak sekadar berandal pada rima, tapi juga diksi. Dan hal itu sudah kutemukan pada puisi-puisimu. Hanya ciri khasmu yang menggunakan kata-kata dominan bersuku 2 dan 3 menjadikan puisimu tak melegakan untuk dibacakan karena hanya mengeluarkan nafas-nafas pendek.
Sori, aku memberi apresiasi.
Teruslah menulis dengan cerdas dan independen.
Tabik!
tumin.wordpress.com :
terima kasih deh atas paritisipasinya
dan udah mau membaca piusinya
Mei 5, 2008 pada 3:45 pm
and keep beautifull mind….
tumin.wordpress.com :
artinya apaan
engga tau
Mei 6, 2008 pada 2:17 am
wah bagus.. kapan-kapan bisa di copy dan diterjemahkan ke bhs inggris… dan dianalisa boleh ya?
kunjungi blog saya
http://hmc.web.id (blajar Inggris pake nasyid)
tumin.wordpress.com :
engga papa ko aku malah seneng kalo ada orang yang copy
puisi aku apa lagi kalo orang itu seneng. aku juga bisa ikuta seneng
salam kenal
Mei 8, 2008 pada 12:55 am
min hidup lo penuh dengan puisi, lebih menikmati kehidupan ini dengan keindahan
btw
nama lo tu unik banget,
tumin !
Mei 13, 2008 pada 12:10 pm
tetap dijalan-Nya,,, Aamin…